BRMP Papua Selatan dan BPS Koordinasikan Pelaksanaan Ubinan PM-AAS di Candrajaya
Merauke, 18 Agustus 2026 — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Selatan melakukan koordinasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka persiapan pelaksanaan ubinan pada lokasi Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 100 hektare di Kampung Candrajaya, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengambilan data hasil produksi tanaman padi melalui metode ubinan. Kegiatan ubinan diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat dan objektif mengenai produktivitas padi pada kawasan PM-AAS, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penerapan teknologi dan sistem pertanian modern yang dikembangkan di wilayah tersebut.
Dalam koordinasi tersebut, BRMP Papua Selatan bersama BPS membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan ubinan, mulai dari penentuan lokasi dan titik sampel, metode pengambilan sampel, hingga teknis pengukuran hasil panen. Kesamaan pemahaman mengenai metode pelaksanaan menjadi hal penting agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kaidah statistik.
Plt. Kepala BRMP Papua Selatan, Dr. Ir. Martina Sri Lestari, M.P., menyampaikan bahwa koordinasi dengan BPS merupakan langkah penting untuk memastikan pelaksanaan ubinan di kawasan PM-AAS dapat berjalan secara terarah dan menghasilkan data yang valid.
“Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan ubinan di lahan PM-AAS seluas 100 hektare di Candrajaya dapat dilakukan dengan metode yang tepat, sehingga data produktivitas yang diperoleh benar-benar dapat menggambarkan kondisi hasil produksi di lapangan,” ujar Martina.
Ia menambahkan bahwa data hasil ubinan nantinya tidak hanya menjadi gambaran produktivitas tanaman padi, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi penerapan PM-AAS. Menurutnya, data yang akurat sangat diperlukan dalam mendukung pengambilan keputusan dan penyusunan strategi pengembangan pertanian modern di Papua Selatan.
“Kami berharap sinergi antara BRMP Papua Selatan dan BPS dapat terus diperkuat, khususnya dalam penyediaan data pertanian yang akurat. Data tersebut penting sebagai dasar evaluasi dan perencanaan pengembangan pertanian ke depan,” lanjutnya.
Pelaksanaan ubinan di lokasi PM-AAS Kampung Candrajaya menjadi bagian dari upaya BRMP Papua Selatan dalam melakukan pengawalan dan evaluasi terhadap penerapan modernisasi pertanian. Dengan dukungan data yang terukur, hasil kegiatan diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai produktivitas padi serta efektivitas penerapan teknologi pertanian modern di kawasan tersebut.
Koordinasi antara BRMP Papua Selatan dan BPS ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam mendukung penyediaan data pertanian yang berkualitas. Data hasil ubinan nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam mendorong peningkatan produktivitas dan pengembangan kawasan pertanian modern di Kabupaten Merauke dan Papua Selatan.
Merauke, 18 Agustus 2026 — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Selatan melakukan koordinasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rangka persiapan pelaksanaan ubinan pada lokasi Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 100 hektare di Kampung Candrajaya, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengambilan data hasil produksi tanaman padi melalui metode ubinan. Kegiatan ubinan diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat dan objektif mengenai produktivitas padi pada kawasan PM-AAS, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penerapan teknologi dan sistem pertanian modern yang dikembangkan di wilayah tersebut.
Dalam koordinasi tersebut, BRMP Papua Selatan bersama BPS membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan ubinan, mulai dari penentuan lokasi dan titik sampel, metode pengambilan sampel, hingga teknis pengukuran hasil panen. Kesamaan pemahaman mengenai metode pelaksanaan menjadi hal penting agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kaidah statistik.
Plt. Kepala BRMP Papua Selatan, Dr. Ir. Martina Sri Lestari, M.P., menyampaikan bahwa koordinasi dengan BPS merupakan langkah penting untuk memastikan pelaksanaan ubinan di kawasan PM-AAS dapat berjalan secara terarah dan menghasilkan data yang valid.
“Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan ubinan di lahan PM-AAS seluas 100 hektare di Candrajaya dapat dilakukan dengan metode yang tepat, sehingga data produktivitas yang diperoleh benar-benar dapat menggambarkan kondisi hasil produksi di lapangan,” ujar Martina.
Ia menambahkan bahwa data hasil ubinan nantinya tidak hanya menjadi gambaran produktivitas tanaman padi, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi penerapan PM-AAS. Menurutnya, data yang akurat sangat diperlukan dalam mendukung pengambilan keputusan dan penyusunan strategi pengembangan pertanian modern di Papua Selatan.
“Kami berharap sinergi antara BRMP Papua Selatan dan BPS dapat terus diperkuat, khususnya dalam penyediaan data pertanian yang akurat. Data tersebut penting sebagai dasar evaluasi dan perencanaan pengembangan pertanian ke depan,” lanjutnya.
Pelaksanaan ubinan di lokasi PM-AAS Kampung Candrajaya menjadi bagian dari upaya BRMP Papua Selatan dalam melakukan pengawalan dan evaluasi terhadap penerapan modernisasi pertanian. Dengan dukungan data yang terukur, hasil kegiatan diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai produktivitas padi serta efektivitas penerapan teknologi pertanian modern di kawasan tersebut.
Koordinasi antara BRMP Papua Selatan dan BPS ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam mendukung penyediaan data pertanian yang berkualitas. Data hasil ubinan nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam mendorong peningkatan produktivitas dan pengembangan kawasan pertanian modern di Kabupaten Merauke dan Papua Selatan.